Pemkab Kukar Akan Bangun Rumah Sakit Baru di Muara Badak
Plt Kepala Bappeda Kukar Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegra bakal membangun pelayanan kesehatan,
yakni Rumah Sakit Umum Daerah, di Kecamatan Muara Badak, tepatnya Desa Tanjung
Limau pada 2023 mendatang.
Dengan rencana dibangun Rumah Sakit daerah pesisir,
diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan, dan memudahkan masyarakat
yang berada di kawasan pesisir tersebut.
Plt Kepala Bappeda Kukar Vanesa Vilna
mengatakan, pada 2023 mendatang Pemkab Kukar akan membangun Rumah Sakit tipe C,
dengan luasan sekitar 5 Hektare, dengan rincian luasan bangunan sekitar 5.244
meter persegi, dan lantai dasar sekitar 4.141 meter persegi.
"Untuk tahap awal memerlukan anggaran Rp. 65 Milliar, namun pada APBD Perubahan 2022 dan 2023 baru dianggarkan 10 Milliar untuk tahapan land clearing (pematangan lahan)," kata Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, belum lama ini.
Kata dia, pada 2023 akan dianggarkan sekitar
Rp. 39 Milliar dari rencana Rp. 68 Milliar. Kekurangan ini akan disesuaikan
dengan pada saat penyusunan APBD 2023, dengan memperhitungkan kapasitas rill
keuangan daerah dengan mencari sumber sumber penerimaan lain.
Sementara rencana pembangunan Rumah Sakit,
pada 2021 telah dilakukan Rivew Feasibility study (FS) dan master plan, pada
2022 ada penetapan lokasi DED, Amdal, Andalalin, dan pematangan lahan.
Kemudian, pada 2023 akan dilakukan pembangun
RSUD, dan pengadaan alat kesehatan tahap pertama, pada 2024 rekrut SDM, dan
pengadaan alat kesehatan tahap dua.
"Sehingga ditargetkan pada 2023
pembangunan fisik dan pengadaan barang bisa clear, dan 2024 RSUD tersebut bisa
beroperasi untuk melayani masyarakat daerah pesisir, seperti di Kecamatan Muara
Badak, Marang Kayu," sebutnya.
Meskipun saat ini di daerah pesisir telah ada
fasilitas kesehatan berbentuk Puskesmas, namun fasilitas kesehatan tersebut
belum bisa memback up (menangani) wilayah tersebut, sehingga warga Kukar,
khususnya di pesisir dilarikan atau berobat di Samarinda.
"Ini sebenarnya untuk mendekatkan
pelayanan kesehatan yang berada di daerah pesisir, sebab daerah pesisir kalau
ingin ke fasilitas kesehatan harus ke Samarinda. Maka dari itu Pemkab Kukar
akan menyediakan pelayanan kesehatan di daerah pesisir pantai," ungkapnya.
Hal ini merupakan bagian dari komitmen dan
peduli dangan masyarakat Kukar terkait kesehatan, sehingga apabila ada pasien
pesisir membutuhkan penanganan cepat, bisa ke fasilitas terdekat yakni RSUD
Muara Badak.
"Hal ini merupakan program dedikasi
Bupati Kukar yakni, Kukar Peduli Kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas kesehatan masyarakat, bebasis indeks keluarga sehat dan pola hidup
bersih, untuk mencapai tujuan tersebut perlu sinergitas antara pemerintah desa,
Kabupaten, dan dunia usaha," tuturnya.
Sementara itu Anggota DPRD Kukar dari Fraksi
PKS Saparuddin Pabonglean mendukung, dan mendesa pemerintah daerah untuk segera
membangun rumah sakit di Muara Badak. Sebab Rumah Sakit Muara Badak mempermudah
pelayanan kesehatan di 2 Kecamatan, yakni Muara Badak dan Marang Kayu.
"Tahap awal DEDnya telah selesai, tinggal
pembangunan fisik saja. Dengan adanya Rumah Sakit diharapkan memberikan dampak
positif, dan kesejahteraan maupun kesehatan masyarakat terwujud," ujar
Saparuddin Pabonglean
Ia berujar, terbentuknya kesejahteraan, bisa
dilakukan Pemkab Kukar merekrut SDM Kukar, namun Rumah Sakit tersebut
membutuhkan dokter spesiali, maka Pemkab Kukar harus lakukan terobosan dengan
merekrut SDM luar, atau memberikan insentif khusus bagi dokter spesialis yang
bertugas.
"Kita harap kesejahteraan dan kesehatan
masyarakat terbentuk," tutupnya.(*riz/adv)